WebSite Telah dikunjungi
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini253
mod_vvisit_counterKemarin349
mod_vvisit_counterMinggu ini602
mod_vvisit_counterMinggu lalu2070
mod_vvisit_counterBulan ini3269
mod_vvisit_counterBulan lalu12251
mod_vvisit_counterKeseluruhan638695

Online (20 minutes ago): 4
Your IP: 54.90.92.204
,
Today: Dec 11, 2017
KOH AMAR YAHWEH OSAH YAHWEH YOTSER OTAH LAHAKINAH YAHWEH SHEMO........Beginilah Firman Yahweh Pencipta, Yahweh yang telah membentuknya dan mengukuhkannya: YAHWEH adalah Nama-Nya. (YeremiYah 33:2)

Bedah kalender Julian dan Gregorian

Wipro Pradipto

Bedah Kalender “Masehi”

          Kalender “Masehi” merupakan almanak paling populer di antero bumi, oleh karena itu semua perhitungan penanggalan sejarah dunia, acuannya adalah tahun “0” Masehi. Apa ini ada hubungannya dengan Gelar yang dimiliki oleh Pribadi Agung Yeshua (Yunani=Iesous, Latin=Iesos, Inggris=Jesus)  Padahal asal-muasalnya tidak ada sangkut-paut dengan peristiwa “sejarah hidup” Yeshua Sang Mesias!  Bahkan “ketuhanan” yang termuat didalam nama-nama bulannya  adalah “theologia” kepercayaan Romawi dan Yunani.
          Untuk membedahnya kita bagi dalam 3  Fase sejarah: (I) Kupas Tuntas Kalender Julian dan (II) Masa Transisi serta (III) Kupas Tuntas Kalender Gregorian.

I. Kupas Tuntas Kalender Julian.
          Julius Caesar adalah Penguasa Romawi yang sangat fenomenal, hal itu terbukti nama belakangnya indentik dengan kekuasaan yaitu “Caesar”, sehingga nama tersebut menjadi gelar sebutan “Penguasa Romawi”. Maka untuk melihat dengan runut, kita harus kilas balik ke belakang tentang Kekuasaan (Kekaisaran) Roma.

A. Romulus, pendiri kota Roma; adalah saudara kembar Romus (mati di bunuh). Mereka ini adalah anak Mart si Dewa Perang yang kawin dengan  manusia dan  dibesarkan oleh seekor anjing hutan betina.  Sebagai Penguasa (Kaisar) Roma lalu membuat Kalender dengan cara menjiplak Almanak Mesir apa adanya, dan hanya mengganti nama bulannya saja:
1. Mart (Nama ayahnya sebagai bulan pertama, 30 hari).
2. Aprilis (29 hari).
3.Meius (Dewi Maya, 30 hari).
4. Junius (Juno=Dewi Bulan, 29 hari).
5. Quintilis (Ratu / Penguasa, 30 hari).
6. Sestilis (Ses=Enam, 29 hari).
7. Septembre (Septo=Tujuh, 30 hari).
8. Oktobre (Oktav=Delapan, 29 hari).
9. Novembre (Nova=Sembilan, 30 hari).
10. Decembre (Deca=Sepuluh, 29 hari).
Maka dalam setahun berjumlah 304 hari.

B. Numa, Kaisar ini mengamati kalender Romulus dirasa kurang cocok berkenaan dengan musim, maka dia menambahkan dua masa sebagai bulan ke 11 dan 12, yaitu:
11. Januarius (Janus=Dewa bermuka dua, mulai datangnya musim salju, 30 hari).
12. Februarius (Febro=Dewa Kematian, 29 hari, puncak musim salju dan  tanaman
      Yang bertahan hidup adalah “rumpun” cemara).
Maka dalam setahun berjumlah 355 hari.

C. Julius Caesar (tahun 46 Sebelum “Masehi”?), membuat perombakan frontal, Nama dirinya dimasukkan dalam kelender menggantikan bulan Quintilis (Ratu / Penguasa). Kebesaran Dewa Mart di geser, Dewa Bermuka Dua Si Janus ditaruh pada tempat terhormat, yaitu bulan pertama. Karena dalam setiap lintasan tahun yang memegang kendali adalah Dewa yang bisa melihat masa depan dengan tetap mempertimbangan masa lalu, yaitu Janus. Tahun baru adalah sesuatu yang senantiasa diharap-harap dan dinantikan, sebagai pintu gerbang rahasia nasib,  akhirnya dalam urutan bulan menjadi kaca-balau:
1. Januarius ( 31 hari).
2. Februarius (29 / 30 hari).
3. Mart (30 hari).
4. Aprilis (30 hari).
5. Meius (31 hari).
6. Junius (31 hari).
7. Julius (31 hari).
8. Sestilis ( Ses=Enam, 30 hari).
9. Septembre (Septo=Tujuh, 30 hari).
10. Oktobre (Oktav=Delapan, 30 hari).
11. Novembre (Nova=Sembilan, 31 hari).
12. Decembre (Deca=Sepuluh, 30 hari).
Maka dalam setahun menjadi 364 / 365 hari.

D. Agustus (keponakan Julius Caesar), juga melakukan perubahan tapi tidak begitu berarti: hanya nama dirinya dimasukkan, menggantikan nama bulan Sestilis.

Saripati:
Akhirnya Almanak  ini terkenal dengan Kalender Julian, Kesakralan Julius terhadap Pribadi Janus Dewa Bermuka Dua sangat diutamakan, seperti halnya “GEREJA” dalam Liturgi Ibadah Tutup & Buka Tahun sangat menjunjung tinggi.  Berapapun besarnya uang dipersembahkan, hati-pikiran dan waktu serta tenaga dipertaruhkan, berbagai metode “undian / lotre” disajikan dalam pembagian ayat-ayat berpengharapan dari Kitab Suci.  Lalu apa hubungannya antara Julius Caesar dengan Yeshua Sang Mesias? Atau apa kaitannya antara Dewa Janus Yang Bermuka Dua anak Dewa Apolo (Cucu Mahadewa Jupiter / Zeus) dengan “Gereja”? itulah konspirasi satan.

II. Masa Transisi.
          Pada saat kekristenan menjadi populer di wilayah kekuasaan Romawi, atas Perintah Justinian Sang Penguasa, Rahib (Pendeta) Dionysius Exiguus disuruh me”nera” kapan Mesias lahir, dan tanggal tersebut akan dinyatakan sebagai tahun “0” sebagai perhitungan awal kalender Sang Mesias.  Maka saat itulah dinyatakan sebagai tahun 526 Masehi, karena waktu itu berdasarkan perhitungan Sang Rahib adalah tahun 753 Julian.
          Kalender produk Rahib Dionysius terlajur dipublikasikan, ternyata ada kesalahan dalam perhitungan, lalu ada yang menghitung ulang “bahwa pada tahun tersebut dalam kalender Julian adalah tahun 749”. Akhirnya perhitungan yang dipercaya sampai sekarang adalah Yeshua Sang Mesias lahir pada Tahun 4 Sebelum Masehi, bukan tahun “0”.

III. Kupas Tuntas Kalender Gregorius.
          Tahun 1582 Masehi, Paus Gregorius membuat “gebragan” yang spekatuler, Format Kalender Julian (Julius Caesar) yang diabadikan oleh Rahib Dionysius, perhitungan jumlah hari dalam setiap bulan diperbaharui berdasarkan “Ilmu Alam.” Bulan Ke 10 yaitu: hari kamis tanggal 4 Oktober lalu besoknya tetap hari jum’at, tapi tanggalnya 15 Oktober. Jadi dalam sejarah tidak pernah ada tanggal 5-14 Oktober 1582.  (The Standart Dictionary, cetakan 1907”, Unversal Calendar for every year of the Christian era”.
          Sehingga menjadi seperti berikut:
1. Januari (31 hari).
2. Februari (biasa 28 hari / kabisat 29 hari).
3. Mart (31 hari).
4. April (30 hari).
5. Mei (31 hari).
6. Juni (30 hari).
7. Juli (31 hari).
8. Agustus (31 hari).
9. September (30 hari).
10. Oktober (31 hari).
11. November (30 hari).
12. Desember (31 hari).
Kalender inilah yang dipakai sampai sekarang, oleh karena itu biasa disebut Kalender Gregorian karena produk Paus Gregorius, ada yang menyebut kalender Masehi karena produk rohaniwan “gereja”  yang identik dengan kristiani atau mesianik, atau mengacu pada arah tanggal kelahirannya Sang Mesias.

Saripati :
          Lalu bagaimana dengan muatan “Theologis” dalam Almanak tersebut? Sangat sarat dengan sejarah Dewa-Dewi dari Romawi maupun Yunani.  Satan juga menyajikan konsep “ketuhanan” kepercayaan Romawi dan Yunani dalam “keimanan” kristiani, salah satu contoh yang paling mendasar yaitu :
          *Mahadewa Jupiter / Zeus kegemarannya adalah kawin, baik dengan para dewi maupun dengan manusia. Antara lain kawin dengan Dewi Pertanian / Peradaban yaitu Si Seres (Demeter), akhirnya lahirlah si Proserpina (Dewi Tumbuh-tumbuhan).  Dewi Proserpina menikah dengan Dewa Pluto (si Penguasa Kerajaan “Hades”), Pengawalnya bernama bernama Serberus yaitu Anjing berkepala tiga.
          *Bagaimana dengan “Kerajaan Hades” dalam kekristenan yang disajikan oleh para theolog yang berakar Yunani? Dengan lantang mengajarkan bahwa “hades” adalah kerajaan dunia orang mati, yang ditaklukan oleh Yeshua Sang Mesias melalui kematian dan kebangkitannya.
          *Bahkan  Qorintyah Alef Pasal 15 Ayat 55 menjadi berbunyi :”hades, dimanakah sengatmu?”. (Dogmatika Masakini, DrG.C.van NIFTRIK – Dr.B.J.BOLAND, PT BPK GUNUNG MULIA - 1990, halaman 274).

4  dan sesungguhnya mereka akan memalingkan pendengarannya dari kebenaran dan mereka akan dibelokkan kepada dongeng-dongeng.
5  Namun engkau, tenangkanlah pikiranmu dalam segala sesuatu, jalanilah penderitaan, lakukanlah pekerjaan pemberitaan injil, tunaikanlah tugas pelayananmu!
[Timtheous Beth, Pasal 4]

 
Gembala Sidang
kijang1.jpg
Waktu Sekarang
Kunjungan dari mana